Indonesian tourism

do you know indonesian? Indonesia, a home of 220 million people, an archipelago consisting of 17,508 islands and a land that thrives in diversity, is without a doubt one of the few countries in the world with an abundance of cultures. In the life of an Indonesian, rites of passage are founded on customary or "adat" law, which differs from area to area. "Adat" law has a binding impact. Religious influences on the community are variously evident from island to island.



IndoBanner Exchanges

Tuesday, June 10, 2008

Keunikan Menu Sapi Peking

Food & Resto

Senin, 9 Juni 2008 - 12:32 wib
SELAMA ini bebek peking selalu menjadi menu andalan restoran China. Padahal, dengan pengolahan yang maksimal, daging sapi pun bisa dijadikan pengganti daging bebek.

Bebek peking atau yang dikenal dengan peking duck adalah sajian favorit dari daratan China. Menikmati sajian bebek panggang dengan saus khusus itu bisa jadi merupakan keinginan banyak orang. Di Pangeran Cafe, yang terletak di Hotel Wiltop, Jakarta, bebek peking hadir dengan bentuk dan bahan baru yang unik karena terbuat dari daging sapi.

Berbeda dengan bebek peking biasa yang memiliki daging lebih kecil dan selalu disajikan bersama kulit bebek yang sedikit alot, daging sapi peking memiliki irisan daging yang besar dan empuk.

"Ini adalah inovasi terbaru kami. Selama ini menu bebek Peking terbuat dari bebek. Di kafe ini, kami membuatnya dari daging sapi. Rasanya benar-benar menggoda," kata Chef De Pastry Hotel Wiltop Jakarta Isnan.

Untuk mendapatkan daging sapi peking yang tidak kalah dengan bebek peking, chef yang telah berpengalaman puluhan tahun di dunia kuliner ini menggunakan arak putih, jahe, dan kapulaga dalam proses pembuatan menu tersebut.

"Sebelum daging sapi diolah menjadi menu daging peking, daging dipanggang dulu. Setelah itu baru direndam dengan bumbu," sebutnya.

Keunikan lain dari daging sapi peking, menurut chef yang telah delapan tahun bekerja di Pangeran Cafe ini, adalah sausnya yang memiliki rasa tidak berbeda dengan bebek peking. "Agar daging empuk, kami menggunakan daging tenderloin dari sapi yang tidak terlalu tua," ujarnya.

Selain daging sapi peking, Pangeran Cafe juga hadir dengan menu lain yang tidak kalah menggugah selera. Menu tersebut seperti terung schehuan dan mi goreng singapore.

"Terung schehuan yang kami sajikan terbuat dari terung sayur biasa. Namun, dengan inovasi dan bumbu yang lengkap, kami membuatnya berbeda," kata Isnan lagi.

Berbeda dengan menu bercita rasa tradisional Indonesia, menu-menu Oriental, menurut Isnan, memiliki rasa yang cenderung asam, pedas, dan manis.

"Menu Oriental kental dengan kolaborasi tiga rasa tersebut. Itulah yang membuat menu Oriental banyak digemari karena cocok dengan lidah siapa saja," ucapnya.
(sindo//tty)